aku adalah penggemarmu dibaik tirai ketika tirai terurai, menutup panggung didepanku pun redup aku gemetar mengusap-usap telapak tangan kadang juga memola kursi, menanti kapan kau menampakkan diri? aku menanti sejak tadi dua puluh menit dari pintu tersingkap dan tiketpun ku dekap aku menghitung satu, dua, makin banyak yang mengelukanmu ada yang mengusap-usap telapak tangan, ada yang memola kursi mereka menanti aku adalah penggemarmu dibalik tirai yang menerka 'mu dibelakang sana berkaca matakah demi melihatku di sini? ku beritahu, aku adalah penggemarmu dikursi pojok paling belakang aku adalah penggemarmu yang ketika tirai dibuka menundukkan muka, malu bertemu mampukah kau lihat itu?