Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Rumah Keong

IBU KU, SELAMAT HARI IBU...(setiap hari

ibu yang hadir menyeka tangis di pipiku ibu yang menguatkanku dikala lemah ibu yang mengajarkanku menjadi perempuan ibu yang mendidikku tentang kesetiaan dipangkuanmu dulu aku terlelap. dibahumu dulu aku bersandar. dalam dekapanmu, aku ingin kembali.. SELAMAT HARI IBU, IBUKU SAYANG... ^^ LUV YUUUU..

Ibu #1

ibu dengan caranya sendiri telah menyayangimu lebih dari apa yang kau terima. lebih dari apa yang kau rasa. karena terkadang hatimu kaku untuk percaya betapa senyummu adalah tawanya dan tangismu adalah derita untuk lemah tubuhnya. Bunga Cantik Ini Untuk Ibu

Bila Rindu Mulai Menyapa

terngiang kembali ucapan guruku disuatu hari yang kering, dingin berangin. menjadi anak rantau itu harus kuat. kuat menahan perasaan. kuat mengimbangi rasa sakit. kuat menjadi ia yang tak biasa. sungguh, mahasiswa itu harusnya tak boleh pulang hingga ia menyelesaikan tugasnya. empat tahun, bukan waktu yang singkat. baru satu tahun kurang, dan masih ada dua tahun lagi. harus kuat. mengentas rindu pada pangeran kecilku yang tengah menjalani masa emasnya. menahan rasa melihat ia bertingkah lucu dan tak disangka-sangka. harus sanggup. manahan rindu pada jagoanku yang tampan. sangat ingin menjaganya dari sakit yang menyakitkan. mengelus lembut rambutnya sambil bercerita tentang perjalanan masa remajanya. harus bisa. memendam rindu pada pahlawan kecilku yang tegas. melihat ia berseragam abu di pagi hari dengan membawa cerita disore hari,berjalan dikeramba sambil memberi makan ikan-ikan kecil kami. harus rela. membungkus rindu untuk mawarku yang tengah merekah dan butuh petunjuk ...

berawal dari cinta #2

  Cinta?   Untuk perasaan yang satu ini, patut aku belajar dari mu. Belajar untuk mengerti seperti apa memilikinya, mempertanggungjawabkannya dan tentu menjaganya. Katanya dulu, ketika aku masih belasan tahun (sekarang udah mau kepala dua), aku tak boleh main-main dengan perasaan ini. Segitu berbahayakah? Dulu juga katanya, ketika aku masih hobi lari-lari, kejar-kejaran, aku tak kan mampu mengendalikan perasaan itu. Segitu liar kah? Masih dulu, dulu sekali, ketika aku dengan terang-terangan berkata, " Ibu, aku suka...."..Ibu bilang, jangan dulu. Ya, sekarang, aku bukan yang dulu. Aku bukan lagi cewek yang merengek-rengek mempertanyakan kenapa aku tak boleh pacaran. Memasang tampang iri ketika teman-teman memiliki pasangan. Aku yang lugu, tapi tetap patuh, menurut perintah.  TIDAK BOLEH PACARAN. Puber. Masa kritis seseorang yang beranjak dewasa. Itu aku. Bersungut-sungut di belakang pintu karena tak diizinkan pergi main dengan teman laki-laki. Ay...

HARI UNTUK IBU

hari ini, rinduku terlampiaskan...aku bisa mendengar suara ibu,setelah beberapa hari belakangan tak pernah di telfon apalagi menelpon. " ibu, udah terima sms dari ika kan?" " iya, udah. ibu senaaang banget. tadi tu, guru-guru lagi ngumpul, bilang kalo  mereka dapat sms hari ibu dari anak-anaknya...awalnya ibu sedih, karena ika gak sms, tapi eh ternyata sms dari ika masuk...ibu senang banget..." waaaahh, ibu juga gak tahu betapa senangnya aku mendengar cerita ibu. betapa perhatian kecil di moment-moment spesial mampu membuat ibu bahagia.. meski bagiku setiap hari adalah hari ibu, tapi perlu satu waktu yang berkesan untuk mengungkapkannya..... "lembut ku kenang kasihmu ibu, di dalam hatiku kini menanggung rindu..." (hafalan shalat delisa) Ibu ku sayanng, mungkin aku bukan lah anak yang sempurna sesempurna doa-doamu untukku... mungkin ku juga bukan anak yang baik, sebaik belaimu dalam hidupku... Aku kadang menangis, menahan satu rindu... ...