Langsung ke konten utama

Postingan

subhanallah... menyambut bulan yang suci ini, aku di beri Allah kesempatan untuk beraktivitas yang menyenangkan.....mengajar anak-anak kecil ngaji....  ^^ aku yang gak kenal sama sekali ama kakak2nya, sama lingkungannya, dan juga sama adek2nya, diterima dengan baik di mushala al-amin. awalnya, yang datang cuma empat orang, itu pun setelah di paksa sama orang tua mereka. eh, belakangan pada muncul gerombolan anak-anak yang mau ngaji juga. hehehe, culasnya diriku, pas pembagian kelomok, aku pilih ngajar adek-adek yang belum TK, iqra 1 (alif,ba,ta),,,, ya, berharap bisa lebih mudah ngaturnya....eh ternyata, mereka lebih sulit lagi di ajarnya. " adek, yang kayak bebek ini namanya 'ba'....jadi, yang ini _huruf 'ba'_ apa namanya?" "bebek kak..." "?????" = ="  tapi, melihat semangat mereka yang notabene masih 3,5 tahun, aku salut deh....pasalnya, aku belajar ngaji tu baru umur 4 tahun.... lagian. aku juga jadi sadar diri, beginikah d...

Pahlawan Pertanian Indonesia :Mengenang Kasim, Sang “Mahasiswa” Pertanian

Tidak banyak orang yang mengenal ”dia”. Namun bagi beberapa kalangan akademisi, mantan aktivis tahun 60an, dan ”mahasiswa pertanian” di IPB , ”manusia istimewa” ini merupakan sosok yang setara dengan para pahlawan di negeri ini. Adalah seorang Muhammad Kasim Arifin yang terlahir sebagai manusia biasa pada 18 April 1938 didaratan Aceh yang mempesona. Kesederhanaanya dan pengabdiannya telah menginspirasi banyak orang untuk berkarya, untuk berbuat yang terbaik bagi orang-orang di sekitarnya. Cerita tentang Kasim, adalah cerita paling nyata tentang perjuangan tanpa pamrih, perjuangan yang penuh air mata, perjuangan yang memicu adrenalin setiap orang yang membaca kisahnya. Suatu kisah perjalanan hidup yang patut dijadikan teladan dan pelajaran bagi orang-orang yang benar-benar mencintai negeri ini. Pada tahun 1964, Kasim merupakan salah satu Mahasiswa tingkat akhir Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor yang sedang melaksanakan Program Pengerahan Mahasiswa ( sekarang ...

INI AKU, PETANI MASA DEPAN!

alhamdulillah jadi puisi terbaik mpf,saung tani'pinus'47 Ketika ku mencari terang dibalik kegelapan tujuan Mulai meraba ingin temukan cahaya Mengapa aku disini? Katanya, ini tempat biasa Gubuknya orang-orang bertitel rendah Kuli, kotor, bodoh karena nyatanya, si Kancil pun lebih cerdik Mengapa aku disini? Meraba-raba jendela kecil ku singkap dan ku saksikan sketsa buram kehidupan pahlawan-pahlawan perut yang menyabit, memikul dan mengurai tanggung jawab besar di pundak mereka. Mereka tertawa, mereka bahagia meski tanpa pendidikan menanam benih, juga tanpa latihan  menyiang rumput, atau ilmu menyabit dan mengurai beras yang kita makan setiap hari. Cahaya itu tlah ku temukan, meski dari jendela kecil Kusaksikan, zamrud itu tak lagi sekedar hijau Ia lah hijau berjaya, hijau nan kaya Di Fakultas kebanggaan Institut Pertanian Bogor Kumelangkah maju, mendobrak pintu kegelapan Inilah Aku, Petani Masa Depan!

de bebies

Teman, dengarlah pengakuanku ini.... Aku sayaaaaang mereka. Keluarga yang aku temukan dalam kelas bernama A.08..... Di awal, kami memang gak punya ikatan perasaan, tak ada sengatan-sengatan cinta disana. Bahkan boleh ku bilang,aku sempat tak suka mereka... bukan apa-apa... hanya karena latar belakang pergaulan kami berbeda. Hingga tibalah hari itu,dimana tuhan mengabulkan doaku... “Tuhan, tolong kirimi aku sahabat yang baik, yang akan terus mengingatkanku padaMu...” Dengan moment latihan senam aerobik, ku mulai kisahku dengan mereka. Sebuah kisah sederhana, namun istimewa... tentang anak-anak dari berbagai latar belakang suku, bahasa dan budaya yang gila jalan-jalan, senang buku dan hobbi nulis.... inilaaaah keluarga d’bebies... ©      Diantara kami, ku rasa dialah yang paling dewasa. Selalu berfikir matang dan membuatku segan. Sifatnya keibuan. Agamanya kuat dan ia konsisten. Awalnya aku takut berinteraksi dengannya. Kenapa? Karena ku takut, salah ngomong dan sal...