Langsung ke konten utama

Postingan

menyesal

kembali menyesal hari ini. hari yang sebenarnya cukup menyenangkan. menyenangkan untuk keluar beraktivitas. menghabiskan hari-hari untuk menikmati masa-masa produktif. mencari bekal demi masa setelah ini. tapi tidak. saban hari aku hanya berdiam di kosan. mendengar musik, bermalas-malasan. padahal, rencana jualan sayur dibatalkan. datang ke acara FLP pun tidak. hanya berleha-leha. terombang-ambing oleh perasaan kalut menghadapi ujian. tapi masih saja tak ada aksi nyata. ah, setan apa ini? a'udzubillahiminassyaithanirrajiim... kini, setelah dua belas jam berlalu. perasaan itu datang. mengetuk lagi rasa-rasa sensitif dihati ini. membiarkan aku terpuruk dan sibuk memikirkannya. perasaan menyesal. perasaan yang sama sekali tak ku perhitungkan sejak memulai hari. biasanya, kata 'andai saja' akan menemani ku setelah penyesalan.. menambah beban berat dipundak, di kepala, di otot-otot kaki dan tangan, juga di segumpal darah yang terus berdetak. ingin aku memusnahkan kata ...

aku dan adik perempuanku

adalah kami berbeda, dari dulu. meski dari ibu dan ayah yang sama. bahkan dari ketika aku bisa mengingat masa kecilku,kami berbeda. wajah , sifat , apalagi hobi kami. sedikit dari yang ku ingat, perbedaan itulah yang membuat aku dan dia selalu bertengkar. aku yang dihasut teman-teman selalu memusuhi adikku sendiri. tidak pernah mengajaknya main ataupun membelikannya makanan.waktu itu, meski rasa bersalah melingkupi hatiku, tapi bibir ini tak pernah tergerak untuk minta maaf. waktu berlari meninggalkan kisah kelam masa kecil kami. dia, tetap saja seputih salju, meskipun bandelnya minta ampun. 180 derajat berbeda dengan ku. ia lihai sekali memanjat pohon, bahkan pohon kelapa. ia paling betah mandi lama-lama di danau atau mengembara di hutan sebelah kampung. sungguh, ia bukan aku. aku hanyalah seorang gadis kecil hitam, kurus (satu-satu nya hal yang sama dari kami), cendrung lebih kalem. sifat  ku dulu sungguh buruk. lebih mementingkan teman dari pada rengek nya. tak pernah me...

Alhamdulillah Dapat Juara 2 SERI-A

sudah Empat Puluh Delapan tahun oleh: Atika Mayang Sari Cukup tua aku membau udara tegak bertopang dunia Empat Puluh Delapan tahun lamanya  Pertama kali bersua, aku yang muda belia disambut  dua telapak tangan bertemu Lalu tertawa. Yang katanya pemimpin Indonesia berkata, “Pertanian, soal hidup atau mati” Aku genap dewasa ketika itu Waktu windu-windu berlalu meninggalkan kisah Kasim di Maluku Mungkin kini tak banyak yang tau pengabdiannya untuk negeri’ku’ Pun sejarah mengukir ketajaman pikir mereka yang bercangkul kayu Mencipta nama dimata dunia Demi almamater ‘ku’ tercinta Kini, sudah Empat Puluh Delapan tahun Menatap mereka lalu tanpa sapa Melihat mereka duduk berhimpun Pada meja kursi yang berbeda Kini, sudah Empat Puluh Delapan tahun Aku masih setia memandangi mereka Mengenakan toga-toga sarjana Melepas identitas, Meninggalkan sawah dan tanah Pulang, mengenakan jas dan dasi pita Melupakan pertanian, kotor, becek, bau Berganti status, Direktur perkebunana beribu-ribu. Dan ...

TUGAS-TUGAS

Laporan Fisiologi tumbuhan 2 Laporan Dasar teknologi benih 1 Makalah Dasar proteksi tanaman 1 Makalah Ekonomi pertanian 1 Makalah Fisiologi tumbuhan 1 Makalah Pemuliaan tanaman 1 harus selesai minggu ini karena minggu depaaaannn... UTSSSSSS.....

di tampar lagi...

hari ini aku di tampar lagi..entah sudah yang keberapa kali.. kadang aku bosan,  pertanda diri ini masih tak mampu berubah.. merasa kesuksesan hanyalah harapan.. menjadi penonton, tanpa mampu menjadi lakon  di drama kehidupan ini.. ya,masih saja 'dia yang berkaca mata' berkata, orang sukses itu ketika dia bisa keluar dari satu zona nyaman dan amannya..aah, tak perlu banyak berkomentar, karena sedikit saja katanya, mampu membuatku ciut tak berarti...dan kini lagi, hingga kini masih terasa disini, dilubuk hati ini..aku tak marah atau tersinggung dengan setiap kalimat yang dia ucapkan..tapi aku benci, masih saja menyaksikan ia menang dengan kata-katanya, karena apa yang  ia katakan adalah benar. diriku pengecut. tak mampu berubah, meski sedikit saja. kearah yang lebih baik tentunya. apanya yang salah? apa karena aku bukan si sanguinis? entahlah, diriku juga bingung..heran dengan keadaan ku yang seolah-olah punya kelebihan, padahal hanya nihil. tak ada apa-apa..akan ...

kampusku hari ini: pembangunan...perubahan...

oups, beberapa hari yang lalu aku berkesempatan mengunjungi sudut kampus yang sekarang terasa berbeda. ditemani neng wida, kami sengaja berangkat lebih pagi untuk praktikum di cikabayan, agar bisa melewati jalan baru di depan asrama putri... kampus IPB Darmaga, memang tengah melakukan pembangunan besar-besaran. mulai dari ruang kuliah yang di tambah,mushala, laboraturium, greenhouse,lapangan badminton sampai gedung baru perpustakaan. semua dilakukan dalam tahap menuju world class university. sebenarnya, lingkungan IPB jadi makin bagus dan tertata. meski disana-sini masih banyak lumpur dan tiang-tiang besi. tapi sayang, khas nya IPB kian berkurang. apalagi kalau bukan hutan karetnya. akibat pembangunan besar-besaran ini, hutan rimbun dekat asrama putri ditebang habis. lingkungan IPB terasa makin panas dan gersang. sayang, tapi mau gimana lagi. semoga, IPB bisa kembali pulih dan hijau.

hmm, kenapa?

hmm, kenapa kawan? kau pegangi perutmu yang melilit kau belakangi kenyataan, tak ada apa-apa kenapa tak cerita? bukankah kita teman hingga nanti? ah, kau memang begitu, tak mau merepotkanku meski aku sungguh mau hmm, kenapa kawan? aku merasa kondisimu semakin tidak baik apa tubuh kian melemah? kenapa tak cerita? bukankah dulu kau cukup terbuka? hmm, kenapa kawan? kita yang cukup sering bersama, punya rasa yang sama merasa sebagai penyusup? tak apa, asal ada kau dan aku selamanya kau kawanku apa adanya hmm, kenapa kawan? aku merasa sedih bila harus pisah denganmu tak pantaskah kita tetap bergandeng tangan? kamu sibuk, aku juga kita hanya punya satu waktu untuk berkumpul satu waktu unutk bercerita atau memang tak ada kesempatan lagi untuk itu? sungguh, aku tak rela tak bisa melihat tawamu lagi hmm, kenapa kawan? bukankah dulu hampir saja? membingkai elok rupamu yang anggun membalut lembut tubuhmu yang istimewa sekarang kau campakkan kemana apa kar...