Langsung ke konten utama

12 Februari 2012

Hari ini, 12 Februari 2012. Tepat pukul 9.00 Hp ku berbunyi. Reminder, 'My'...'My' bukan berarti kepunyaanku, ia adalah sebuah nama. Nama yang membuatku iri karna ibadanya. Nama yang membuatku terpacu untuk menyamainya. Nama yang membuatku tenang melihat keanggunannya. Nama yang bergelut dalam ingatanku sebagai sahabat.

Tak banyak kata yang dapatku ucap. Tak satupun kado yang dapat ku kirim. Pun peluk hangat tanda bahagia. Hanya doa-doa cinta yang Insyaallah penuh keberkahan untuk dia yang tengah melangkahi umur 19 tahun.Untuk dia yang berlatih menjadi perempuan. Untuk dia yang belajar jadi wanita. Untuk dia, FEBRIA RAHMI..






Komentar

  1. Maasya Allah
    Ikaaaaaaa...
    Amy jadi terharu mbacanya.
    Ternyata masih ada di belahan bumi sana yang mengingat dan menganggap berarti hari lahir amy seistimewa ini.
    :')

    Tapi tapi tapi..
    Ada yang bikin kesel juga nih ika, ini apa coba maksudnya, "Untuk dia yang berlatih menjadi perempuan. Untuk dia yang belajar jadi wanita."

    hmm :/

    Awas ya ika kalo pulang.
    Amy peluk cium, rasain!

    BalasHapus
  2. hehehhe, yaa ingat lah mi...kan ika juga ngarep dapat traktiran,jadi di ingat2 ultahnya ami..#nah lho, ini gak bener ini...

    klo masalah itu, kan bener tu, ami lagi berlatih jadi perempuan yang multirasa n wanita yang multifungsi...#eh, kebalik gak sih?

    hehehe, awalnya ika mala ngira ami bakal nagihin satu persatu kado2 diatas,,hehehe, ternyata gak...

    BalasHapus
  3. Amy ga akan tagih ka, amy ga tega, haha :P

    makasih aja buat ika, semoga ika dirahmati Allah selalu, diberikan kesehatan, waktu yang berkah, dan cinta yang berlimpah.

    Barokallahu fiyki..
    Uhibbuki fillah :*

    BalasHapus
  4. iiih... kalian so sweet deeeh :) senang melihatnya. semoga selalu bersaudara karena Allah.

    BalasHapus
  5. blognya bagus, saya suka.

    samal kenal ya

    BalasHapus
  6. Mba Mulki:
    aamiin, insya Allah mba :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keluarga Berencana, Merencanakan Keluarga???

  Waaaaahh, judulnyaaaa... Hahahha Abis terpancing nih sama bahasan Pak Dosen di matkul Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam...Berawal dari materi tentang Ibn Hizm yang menyatakan kalau kemiskinan muncul karena besarnya konsumsi di bandingkan pendapatan akibat tingginya laju pertumbuhan (migrasi dan kelahiran) serta gap yang besar antara si kaya dan si miskin dimana si kaya bisa menguasai struktur administratif dsb. Tanpa disangka-sangka, si Bapak bertanya, "Kalau ternyata, yang menyebabkan kemiskinan adalah begitu banyaknya kelahiran, apakah kalian setuju dengan program KB?" Tak ada yang menjawab, semua yang hadir seolah tampak berfikir. Hening. Bapaknya bertanya lagi, "Siapa yang setuju dengan program KB? Angkat tangan!" Malu-malu, aku angkat tangan, tapi tidak terlalu tinggi sehingga tidak kelihatan sama bapaknya. hehehehe "Baiklah, klo emang gak ada yang setuju, coba deh angkat tangan yang benar-benar menyatakan gak setuju dengan program K...

Tangis Neng di Usia 20 Tahun

Malam ini, dibawah rinai hujan dilingkup langit pekat menumpahkan semua rasa yang kami belum pernah alami entah apa itu namanya ketika tangis itu pecah dibahuku ketika hati ku begitu sakit mendengarnya ketika penyesalan menuntut pembelaan "kenapa malah membuatnya menangis??" sungguh, tak ada maksud untuk membuatmu merasa bersalah katakan lah, aku iseng mengerjaimu anggaplah ini proses agar keakraban kita dapat dikenang hitunglah, rasa itu adalah kado termegah dalam perjalanan ini "bukankah air mata itu juga adalah tanda? meski ia jarang hadir menyapa kebersamaan kita bukankah air mata itu adalah kedamaian? yang menghadirkan peluk erat terikat membiarkan kita begitu larut , menyelami kesalahan memahami kekurangan. aku, ingin menangis lagi bersamamu, dalam ruang syahdu rindu" # besok si neng udah berkepala dua juga besok, dimulailah pertualangan kami menjalani hari dengan cerita yang mungkin tak lagi kekanak-kanakan..atau mungkin, umur t...

Memilih Berubah..

Perubahan adalah keniscayaan, begitulah orang bilang. Tiada yang tak berubah didunia ini, kecuali cinta kasih Allah pada hambanya. Disetiap denyut kehidupan, perubahan-perubahan adalah bagian-bagian tak terpisahkan. Semua berproses, kadang melaju dengan arus pergiliran-pergiliran. Perubahan hadir tidak saja dalam hitungan tahun, bulan, hari, ataupun jam, bisa jadi ia terjadi dalam hitungan menit bahkan detik. *** Cerita tentang perubahan itu saya dapatkan hari ini.  Satu tahun yang lalu, ketika saya Upgrading BEM Faperta Kabinet Beraksi di Yonif Garuda Gunung Batu, ada seorang pelatih yang bisa dibilang cukup usil. Sang pelatih sering mengolok-ngolok saya, menertawakan saya, membercandai saya. Hmm, apa karena saya kecil? Mungkin saja. Atau bisa jadi karena saya sok-sok-an. Entahlah. yang saya rasakan, saat itu saya cukup tengil untuk membantah dan melawan perintah sang Pelatih. Beberapa kali saya protes dan menegur. Sok berani, padahal aslinya ketar ketir.  Waktu itu...