Langsung ke konten utama

Kembali..

Beberapa saat yang lalu, aku tergoda oleh cerita teman yang mulai berpindah ke dunia Nyonya Tumbi. Kata mereka, disana lebih leluasa mengekspresikan banyak hal mulai dari yang sederhana hingga yang berkisah panjang. Akhirnya, aku memutuskan ikut mengunjunginya, dimulai dengan membuat identias baru untuk dunia yang baru. Ah, aawalnya sungguh mengesankan, ingin sekali berteriak, "...aaaa, aku sudah berada di dunia nyonya tumbi yang kalian ceritakaaan..." hahha..aku mulai mempelajari cara bertahan hidup di dunia itu. aku mulai mengenali beberapa tetangga dan menyuguhkan beberapa piring coocies dan segelas coklat hangat. Aku sungguh tertarik dengan dunia itu hingga terlupa, suguhanku telah habis. 
Waktu berlalu, tapi aku masih tak punya cara menghadirkan suguhan itu. Tanganku seperti kelu, tidak tahu harus menulis apa. Fikirku pun membatu, berhenti pada kata, "Aku....." tidak ada satu hidangan pun yang bisa aku ramu. Entahlah, sepertinya ia menolak berjodoh dengan ku.
Dan aku, kembali teringat padamu, rumah yang pernah membuatku sangat nyaman bercerita. Menjadi pelampiasan berbagai rasa. Tempat aku dulu menyimpan duniaku.
Ya, kini aku kembali ingin tetap berada disini. Membawa setangkai bunga maaf, berharap kau masih sudi merimanya.. :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keluarga Berencana, Merencanakan Keluarga???

  Waaaaahh, judulnyaaaa... Hahahha Abis terpancing nih sama bahasan Pak Dosen di matkul Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam...Berawal dari materi tentang Ibn Hizm yang menyatakan kalau kemiskinan muncul karena besarnya konsumsi di bandingkan pendapatan akibat tingginya laju pertumbuhan (migrasi dan kelahiran) serta gap yang besar antara si kaya dan si miskin dimana si kaya bisa menguasai struktur administratif dsb. Tanpa disangka-sangka, si Bapak bertanya, "Kalau ternyata, yang menyebabkan kemiskinan adalah begitu banyaknya kelahiran, apakah kalian setuju dengan program KB?" Tak ada yang menjawab, semua yang hadir seolah tampak berfikir. Hening. Bapaknya bertanya lagi, "Siapa yang setuju dengan program KB? Angkat tangan!" Malu-malu, aku angkat tangan, tapi tidak terlalu tinggi sehingga tidak kelihatan sama bapaknya. hehehehe "Baiklah, klo emang gak ada yang setuju, coba deh angkat tangan yang benar-benar menyatakan gak setuju dengan program K...

---Wanita-Wanita Cantik, Sahabatku---

e NURULITA SARI pertama kali bertemu, kesan nya :"ni orang kok ceria banget ya? jalannya selalu semagat, tebar senyum sana sini, say 'hi' kanan kiri.." kesini nya malah ketauan, lita tu suka galau juga. tapi punya cara sendiri untuk mengatasinya seperti menyendiri di kampus, lama-lama mandangin hujan atau dengerin musik. mafo nya adalah bakso n pisang bakar coklat. keterangan lebih lanjut, hubungi orang nya sendiri.. WIDA WARDATI HUMAIRO cewek yang suka warna ungu ini adalah cewek yang lembuuut banget. dulunya sih dia anak yang tomboy. hobi nya, ya yang berhubuungan dengan ketomboyan seperti manjat-manjat, lari-lari, main kelereng dll, tapi itu dulu.. sekarang ia menjelma jadi gadis sesuai dengan namnya, wardati humairo, mawar yang kemerah-merahan. CATUR PUTRI PANGESTIKA :    FIKRI MUKHLISINA LATIEF anak pinter satu ini, si calon dokter hewan adalah  sahabatku yang dewasa. meski begitu, ia tetap sama narsisnya dengan kami. pecinta korea juga...

Tangis Neng di Usia 20 Tahun

Malam ini, dibawah rinai hujan dilingkup langit pekat menumpahkan semua rasa yang kami belum pernah alami entah apa itu namanya ketika tangis itu pecah dibahuku ketika hati ku begitu sakit mendengarnya ketika penyesalan menuntut pembelaan "kenapa malah membuatnya menangis??" sungguh, tak ada maksud untuk membuatmu merasa bersalah katakan lah, aku iseng mengerjaimu anggaplah ini proses agar keakraban kita dapat dikenang hitunglah, rasa itu adalah kado termegah dalam perjalanan ini "bukankah air mata itu juga adalah tanda? meski ia jarang hadir menyapa kebersamaan kita bukankah air mata itu adalah kedamaian? yang menghadirkan peluk erat terikat membiarkan kita begitu larut , menyelami kesalahan memahami kekurangan. aku, ingin menangis lagi bersamamu, dalam ruang syahdu rindu" # besok si neng udah berkepala dua juga besok, dimulailah pertualangan kami menjalani hari dengan cerita yang mungkin tak lagi kekanak-kanakan..atau mungkin, umur t...