Langsung ke konten utama

Postingan

ah, Ada Apa Dengan Hari Ini?

  Dari mulai bangun tidur, aku selalu tersenyum ada getar-getar kecil disini (nunjuk dada sendiri..) untuk sebuah perasaan aneh yang ada tiba-tiba ketika aku lagi tiduran baca novel, ketika aku mengintip sebentar ke layar notebook dan menemui sapaan hangatnya, sudah berapa hari tak bertemu? ketika aku tiba-tiba menjadi pikun, lantas bertanya-tanya pada kakak kosan, diingatkan tentang jemuran, juga agar-agar yang ku taruh dilantai. takut di kerubungi semut, katanya. juga ketika aku berteriak-teriak bosan, ya, karena belakangan aku gak punya aktivitas yang berarti. gak produktif rasanya, dan lebih parah karena ternyata aku menikmati serta membiarkan tubuh ini tak berbuat apa-apa. untuk sesuatu yang lebih bernilai mungkin..tapi aku tetap tersenyum. dalam rentang waktu yang tak jauh beda, ketika Hp ku berdering, salah seorang teman menelfon, menanyakan tentang nilai. aku takut, aku dihantui perasaan (firasat) buruk tentang nya, tapi percaya atau tidak, aku masih  me...

Bila Rindu Mulai Menyapa

terngiang kembali ucapan guruku disuatu hari yang kering, dingin berangin. menjadi anak rantau itu harus kuat. kuat menahan perasaan. kuat mengimbangi rasa sakit. kuat menjadi ia yang tak biasa. sungguh, mahasiswa itu harusnya tak boleh pulang hingga ia menyelesaikan tugasnya. empat tahun, bukan waktu yang singkat. baru satu tahun kurang, dan masih ada dua tahun lagi. harus kuat. mengentas rindu pada pangeran kecilku yang tengah menjalani masa emasnya. menahan rasa melihat ia bertingkah lucu dan tak disangka-sangka. harus sanggup. manahan rindu pada jagoanku yang tampan. sangat ingin menjaganya dari sakit yang menyakitkan. mengelus lembut rambutnya sambil bercerita tentang perjalanan masa remajanya. harus bisa. memendam rindu pada pahlawan kecilku yang tegas. melihat ia berseragam abu di pagi hari dengan membawa cerita disore hari,berjalan dikeramba sambil memberi makan ikan-ikan kecil kami. harus rela. membungkus rindu untuk mawarku yang tengah merekah dan butuh petunjuk ...

bidadariku, ada apa?

bukan bidadari sungguhan rindu ku torehkan lagi sebuah cerita disini..meski sebagian orang berfikir itu tak penting dan sungguh tak menarik. biarlah kali ini, izinkan aku bercerita tentang dia, seorang bidadari.. bidadariku kini sedang dalam masalah, dia memang tak pernah mengatakannya, karena bidadariku itu kuat. ia tak pernah mengeluh, dihadapanku. ia, bidadariku yang begitu anggun berkerudung putih, hidungnya yang mancung, kulitnya yang putih, pun lesung pipinya yang menawan. aku sungguh terpesona dan kadang berfikir, hidup seperti apa yang berani jahat padanya? ah tidak, baginya, tak ada yang jahat. ini hanya skenario terbaik yang harus dijalani. 'Terbaik', ketika kita mampu bersyukur. ya, seperti dia yang selalu tersenyum. tapi belakangan, aku rasakan ada yang beda, senyum itu, meski selalu mengembang, tapi tak setegar dahulu. kata-kata itu, tak sesemangat ketika ia membacakan puisi di panggung. dia kini berbeda, kawan. kemarin aku angkat...

Untuk Saudariku yang Paliiiinggg Anggun.. ^^

Lelah? Pasti. Bahkan jika bukan dirimu yang mengembannya. Menyerah?  Bukan. Karena komitmenmu untuk bertahan. Walau akhirnya Kau harus berkata ‘capek’ mengingat, Lelahmu ketika harus mengurus begitu banyak kepala. Lelahmu ketika mereka bawel bertanya pun jua tugas akademik yang mendera mungkin mereka tak pernah mengerti si Plegmatis maka kita coba memahami dia yang koleris  bukan kini, tapi nanti, semuanya tak ayal menjelma romantis. meski diawal selalu berhias tawa dan tangis. dan kau, selalu lulus uji, Saudariku... *** Kawan,andai mentari esok, enggan bersinar Jangan terus kaumenutup mata Karna di belokan sana Cahaya masa depan Menyingsing menyambut kedatanganmu Kawan, ketika kau gamang menatap gelombang kehidupan Jangan lantas kau menunduk dan berpaling Ada aku dan genggaman tangan kita Yang kan jadi dayung bagi perahu perjuanganmu Kawan, jika cinta yang semu telah mengkhianatimu Membuatmu ter...

Ia Datang!

Adakah yang tahu kapan ia akan datang? Adakah aba-aba, ia akan mengetuk pintuku hari ini? jangan pedulikan cukup bersiap nantikanlah berfikirlah, ditengah malam yang  syahdu membalas rindu pada Tuhanmu, adakah kau disana? ingatlah, dipagi yang cerah mengusung zikir mengagung Tuhanmu, adakah kau disana? ditengah terik mentari dan semangat tinggi mengibar panji agama ini, adakah kau disana? pun ketika petang menjelang, dalam iringan burung-burung pulang membawa pesan perdamaian, kebahagiaan, keselamatan, dapatkah kau rasakan? hingga mungkin bulan dihulu malam, luputkah dari pandangan? sadarilah, ia datang pada dirimu dengan aba-aba nyata.. Ia, Datang!!!

Pengemar dibalik Tirai

aku adalah penggemarmu dibaik tirai ketika tirai terurai, menutup panggung didepanku pun redup aku gemetar mengusap-usap telapak tangan kadang juga memola kursi, menanti kapan kau menampakkan diri? aku menanti sejak tadi dua puluh menit dari pintu tersingkap dan tiketpun ku dekap aku menghitung satu, dua, makin banyak yang mengelukanmu ada yang mengusap-usap telapak tangan, ada yang memola kursi mereka menanti aku adalah penggemarmu dibalik tirai yang menerka 'mu dibelakang sana berkaca matakah demi melihatku di sini? ku beritahu, aku adalah penggemarmu dikursi pojok paling belakang aku adalah penggemarmu yang ketika tirai dibuka menundukkan muka, malu bertemu mampukah kau lihat itu?

Kilas Balik #Ketika Aku Menjadi Adik Part 1

Masa penyambutan mahasiswa baru akan segera datang..adik-adik dari berbagai penjuru nusantara hadir berkumpul di kampus rakyat ini.. *hmm, kembali terbayang dua tahun yang lalu,ketika aku muncul dengan wajah polos, bahasa belepotan dan pengetahuan yang minim.. - disambut dengan OH (Open House) yang meriah, namun cukup membingungkan bagiku yang notabene asing dengan keramaian seperti ini.  - berkunjung ke stand nya Salam ISC...waaahh, ketemu sama kakak-kakak yang anggun dan baik-baik.. - berjalan dua banjar menuju asrama, dinanti acara penyambutan oleh pihak asrama.. - registrasi gedung di A3, melihat kamar baru yang terkesan sederhana dan lapang banget, tapi ketika dihuni, malah sempit terasa. empat orang dalam satu kamar 4x4. - berkenalan dengan teman-teman dari daerah-daerah yang berbeda, yang akan menjadi teman satu lorong di lorong 10. bellen, oma dian, ruth, iin, tante nindya, bude lisa, tya, deva, maya, putri, allysa.. - berkenalan dengan noona-noona jilba...

Tangis Neng di Usia 20 Tahun

Malam ini, dibawah rinai hujan dilingkup langit pekat menumpahkan semua rasa yang kami belum pernah alami entah apa itu namanya ketika tangis itu pecah dibahuku ketika hati ku begitu sakit mendengarnya ketika penyesalan menuntut pembelaan "kenapa malah membuatnya menangis??" sungguh, tak ada maksud untuk membuatmu merasa bersalah katakan lah, aku iseng mengerjaimu anggaplah ini proses agar keakraban kita dapat dikenang hitunglah, rasa itu adalah kado termegah dalam perjalanan ini "bukankah air mata itu juga adalah tanda? meski ia jarang hadir menyapa kebersamaan kita bukankah air mata itu adalah kedamaian? yang menghadirkan peluk erat terikat membiarkan kita begitu larut , menyelami kesalahan memahami kekurangan. aku, ingin menangis lagi bersamamu, dalam ruang syahdu rindu" # besok si neng udah berkepala dua juga besok, dimulailah pertualangan kami menjalani hari dengan cerita yang mungkin tak lagi kekanak-kanakan..atau mungkin, umur t...

@faperta

horeeeeeeee...laporan fistum yang mengganggu jum'at ku yang syahdu akhirnya selesai dan menyingkir dari hidupku..hahahha (kejam banget kesannya..) sore ini, di himagron, berkumpul orang-orang yang menyenangi fistum dengan seabrek tugas, laporan pun resumenya...kita mahasiswa, mau tak mau, harus menikmatinya bukan? karna klo gak, kita akan bilang..'aaarrgghhh, gak kuaaattt...' >,< lantas kita menunduk tanpa mampu mengangkat kepala lagi.. jadi inget, waktu gathering dengan 48 kemarin, diceritain gimana kehidupan di departemen..eeehh, yang keluar malah cerita horor... hampir tiap hari jalan kaki 4 km ke tempat praktikum(pulang-pergi), panas-panasan, harus ngangkat cangkul + ngangkat2 air, disuruh mandi lumpur dll, yang intinya bikin maba jadi berfikir 2 kali untuk terus bertahan di departemen ini. heeee, karena merasa cerita udah mulai berlebihan, terpaksa deh ngomong gini, ' adik-adik, inti dari cerita diatas adalah ketidaknyamanan akan membawa keakraban..hahah...

tentang keluarga AGH 47

  s tatusku hari ini: Atika Mayang Sari ‎"175 kini... susah, sangat, mengetahui kabar kalian satu persatu... malah kadang aku yang egois, berjalan hanya dengan mereka-mereka saja... bukan tak peduli, bukan tak sayang... sungguh.. terselip salut untuk kalian yang sangat perhatian, untuk kalian yang membuka hati kita untuk menyatu..ditengah perbedaan cerita, jalan pikiran, gaya hidup, gelak tawa, juga susah sedih... tetap lah berangkulan keluargaku, AGH47, jangan lepaskan tanganku, tangan saudara kita...."  penat, jenuh, lelah dengan berbagai kegiatan belakangan ini, membuatku merasa sendiri. aku merasa jauh dari mereka, tertinggal kabar dan cerita. teman-teman itu, adalah keluarga ku bukan?  iya, merekalah yang sama-sama merasakan panasnya matahari di kebun, mereka juga yang sama sibuknya dengan ku mengikuti serangkaian kuliah yang nyatanya memang berangkai. tak lupa, setumpuk laporan yang mengusik malam-malam untuk beristirahat. dudu...

K-A-K-A-K

Kau pasti tau, aku sangat ingin punya kakak dimana pun aku berada. Karena aku merasa nyaman, aku merasa aman. Kakak bagiku adalah yang mengajarkanku untuk jadi malaikat, meski dia sesungguhnya bukan malaikat, pun aku juga bukan. Ketika setan merayu ku untuk membenci, ku ingin ada kakak yang memintaku untuk bersabar. Percayalah, aku bisa saja jadi anak yang patuh, penurut. Saat aku lelah melangkah, aku tak pernah berharap ada seorang kakak yang membawakanku pesawat lantas mengantarkanku sampai tujuan. Bagiku, cukup hadirnya seorang kakak yang mengatakan, aku bisa, aku bisa meneruskan langkah ku, hingga batas yang ku mau.