Langsung ke konten utama

Postingan

Berserah~ Gamaliel & Audrey

Kapankah pelangi datang setelah redanya hujan. Begitupun gelap malam, takkan tetap, takkan diam. Akan pergi digantikan pagi. Ada tangis lalu ada tawa, ada manis di balik kecewa. Begitulah biasanya, habis luka datang suka. Terimalah dengan hati yang rela. Berserah pasrahkan semua (pasrahkan semua) pada Yang Kuasa. Beri yang terbaik sepenuh jiwa. Berserah bukan berarti menyerah tapi tak henti percaya. Bahwa kita (bahwa kita) memang pantas bahagia. Bahagia pasti bersama kita. Bila jalani hidup dengan cinta. Memberi dengan rela, terima dengan suka. Setia sabar dan percaya. Berserah pasrahkan semua pada Yang Kuasa. Beri yang terbaik sepenuh jiwa. Berserah pasrahkan semua pada Yang Kuasa. Beri yang terbaik sepenuh jiwa. Berserah bukan berarti menyerah tapi tak henti percaya. Bahwa kita (bahwa kita) memang pantas bahagia. Kapankah pelangi datang setelah redanya hujan.

Ibu #1

ibu dengan caranya sendiri telah menyayangimu lebih dari apa yang kau terima. lebih dari apa yang kau rasa. karena terkadang hatimu kaku untuk percaya betapa senyummu adalah tawanya dan tangismu adalah derita untuk lemah tubuhnya. Bunga Cantik Ini Untuk Ibu

Tragedi Map Ijo

" maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan" kuulangi surat al-insyirah itu berulang-ulang. berulang ulang. hingga aku yakin, aku melupakan jumlah kalinya. hati ini semakin kuat. tidak lagi resah. dan praktikum berjalan sebagaimana mestinya. tapi tidak, perasaan itu muncul lagi setelah praktikum berakhir. khawatir, aku tidak bisa ikut ujian. bingung bagaimana mengurus berkas-berkas itu.kuputuskan kembali menyusuri jejak-jejak kemarin lusa. sebelumnya, di pagi hari menjelang praktikum di kebun, aku sudah mengobrak abrik kamar hingga berantakan, mencari sesuatu yang amat penting, berisi berkas-berkas yang bisa aku tukarkan dengan kartu ujian, MAP IJO. ya Allah kemana itu ngumpetnya si map ijo? ah, lupakan. aku udah telat praktikum. di jalan, aku sms teman2, siapa tau ada yang ngeliat map ijoku. tapi tidak. tidak ada yang ngeliat atau menemukannya. praktikum berakhir, aku  kuliah, istirahat bentar dan harus ...

kata pak Dosen....

" Pertanian Indonesia itu Pertanian Resiko Tinggi: di musim kering, bangau terbang hilir mudik hingga negri yang jauh untuk mencari air.  disaat itulah, pasukan bakteri menyerang gudang-gudang harapan lambung di musim hujan, kodok menari dengan riang, diiringi senandung gerimis dari pagi hingga petang leher-leher malai pun tercekik, oleh bah yang datang tiba-tiba. jamur, dengan bangga melebarkan sayapnya, menambah tanah-tanah jajahan." kata Pak Dosen, "ya sudah, berbaiklah dengan alam. bayarlah hutang, laksanakan lah tugas. meski Pertanian Indonesia Resiko Tinggi, syukur akan mencukupkan semua kekurangannya.

'Sahabat Kakao'

Menjadi anak AGH , adalah kebanggaan tersendiri untukku. Berada di tengah mereka-mereka yang tak takut panas dan dengan bangga mengayunkan cangkul pada tanah-tanah penuh gulma. semester tiga kemarin, untuk pertama kalinya aku benar-benar menjadi petani. petani kakao tepatnya. setiap hari minggu aku dan teman-teman (sely, wida, ika, mila, nurul, nafi, takbir, asep, fuad, roni, bu sun dkk) pergi ke kebun percobaan cikabayan untuk mengurus kakao. komunitas ini kami sebut, 'Sahabat Kakao'.Di bimbing oleh pak ade, kami menghitung jumlah kakao yang ada, menandainya, memberantas gulma yang ada, menyemprot, dan memangkas tunas air. semua itu menyenangkan, apalagi kegiatan ini selalu ditutup dengan makan-makan. secara bergiliran, kami memasak makanan untuk di santap bersama teman-teman di kebun. sederhana dan sesuai dengan kantong mahasiswa. :) tapi tetap meninggalkan hal-hal yang berharga, kekeluargaan misalnya. nah, udah hampir 6 bulan nih, klub ini agak terabaikan. pasalnya, ja...

Praktikum...lagi?

ah, gak mau ngeluh ah.. kan ika udah milih jalan ini. ya harusnya dinikmati dong.. tapiiiiiii... senin, jadwalnya praktikum teknik budidaya tanaman. transplanting, bikin teras (ngedatarin tanah miring), nanam LCC (Legium Cover Crop). dan itu, subhanallah.. gak kerja namanya kalau telapak tangan belum kapalan. bahkan ada juga teman yang terluka kena cangkul atau kored. dan gak lengkap rasanya kalau pulang tanpa kotor. alhamdulillahnya, pulang pergi bisa nebeng sama neng wida, jadi gak perlu jalan sejauh dua kilometer. :) selasa, berangkat pagi-pagi, jangan lupa pakai pakaian yang GAK BAGUS. ih, beneran tauk..biar gak nyesel baju barunya berubah coklat kotor. karena hari ini kita akan praktikum ilmu tanaman pangan. nanam padi di sawah. masuk lumpur. kaki terbenam, rok belepotan, baju juga ikut-ikutan kena ciprat. gak mungkin kan, pulang dalam kondisi seperti ini? nah, di lapang itu, ada kran air buat bersih-bersih. tapi yah, mau gimana, gak bisa sampai bersih benar coz banyak yan...

Mengenang Lagi Ia yang Pergi

Jam menunjukkan angka 1:28. Bukan siang, tapi larut malam. Entah apa yang tengah aku pikirkan, begadang lagi? Bukankah besok ada Lintas Desa, acara puncak MPD AGH? Ah, masa bodoh. Sekali-sekali, bolehlah aku melanggar aturan. Baru saja, becanda ria dengan si elek 'Wida Wardati Humairo'. Neng ku yang satu itu seolah sehati denganku. Becandaan kami nyambung, meski mungkin orang lain berpendapat kalau itu sungguh Garing Beud...Tak apa, yang penting, tengah malam begini, ada yang nemenin. Kami hanya sedikit mengenang, tentang  air mata yang harus mengalir sepanjang Juli - Agustus - September. Tentang ia yang meninggalkan kami 'berdua'. Melihat lagi catatan-catatan lama, meniup debunya lalu terkekeh membolak balik halaman. Ternyata ada banyak sekali peristiwa-periistiwa yang terjadi, sepanjang bulan temaram. Sepanjang cahaya yang sayup sampai menerangi jalan cerita perjalanan ini. Ia, kami rindu. dan rindu itu, biarkan ia mencari tempatnya. Kasur terempuk yang per...

Makin Temok 'chubby'

aish, kenapa ini? habis lebaran malah nambah tembem?? tidaaaakkk  ^0^ bukan nya gak pengen lebih berisi lagi. * pengen banget, nget,nget malah.. cuma, jangan di pipi juga..gak enak diliatnya.. lagian, berat badan juga gak nambah..#hmm, inget target 40 kg nya.. atau, ini karena ini efek jilbab? hmm, mungkin juga karena udah keliatan cape... ya Allah, jangan tambah tembem dong, yang penting berisi aja... beratnya juga nambah dong, masa udah mahasiswa masih 36 aja? kan juga pengen berkepala 4..#wiiii, serrem... tapi Ya Allah, makasih ya untuk semuanya, kesehatan, kebahagiaan,dan kesempatan menikmati hari-hari sebagai diri sendiri. #janji, gak bakal ngeluh en mempermasalahkan pipi tembem lagi... ^^v

Apa yang Salah dengan IPB? (versi tidak serius)

selasa siang, pukul 13.00 kuliah Ilmu Tanaman Pangan pun dimulai. bu Desta membuka laptopnya dan menjelaskan apa saja tanaman pangan di Indonesia. menarik? tentu saja, buktinya aku gak ngantuk atau mencoba untuk ngantuk. 15 menit. buku-buku mulai berayun konstan, menjadi kipas yang diharap memancarkan udara segar. ruangan yang lumayan besar ini memang penuh berisi orang. tentu saja, tiap-tiap mereka mengeluarkan panas tubuhnya. jadilah, suasana semakin panas. sebenarnya aku yang duduk nomor dua dari depan tidak terlalu merasa gerah, hanya saja, ketika bu Desta mulai angkat suara tentang kondisi ruangan, aku pun jadi ikut gelisah, merasa tak nyaman. 'tolong sebutkan dong, kekurangan apa yang kalian rasakan tentang IPB?' semula, teman-teman yang kurasa udah pada ketiduran spontan menjawab. ada yang bilang,'IPB jauh dari mana-mana bu', 'IPB bangunannya jelek', 'IPB itu kotor bu', 'di IPB susah dapat nilai bagus bu',' kuliah di IPB panas,...

sekali lagi, terima kasih Tuhan, atas kehadirannya.

Terima kasih Tuhan, untuk kehadirannya yang dengannya, aku memiliki senyum disini hanya dengan ciuman centilnya, aku terbebas dari letih semalam dengan rangkul hangatnya, aku menyeka sisa air mata setelah hujan dan ketika ku genggam tangannya, aku percaya, ketetapan-Mu itu indah. baginya, diriku berharga, bahkan sesaat setelah dunia mengejekku bagiku, dia adalah permata, yang tak inginku lepas, bila Kau tak minta dan biarkan Tuhan, iringan langkah kami di bawah naungan bambu izinkan Tuhan, mawar melati di tamanku, bahagia selamanya...

aku telah memilih. . .

Dari semua kebahagiaan yang ku ingat dalam masa-masa labil (puber-remaja), sedikit yang kurasa pantas untuk dibanggakan. katakanlah, waktu itu aku tidak sepemalas sekarang, nilai ku tidak semengecewakan sekarang, dan hari ku adalah hari yang paling bersemangat meskipun masa-masa itu adalah masa sulit dalam peta perjalanan kehidupan keluargaku. aku bukan anak yang tumbuh dengan kata-kata kebijaksanaan, aku tumbuh dengan titah perintah. tak sekali dua aku melawan, mempertanyakan meski berakhir dengan kata 'baiklah'. anggaplah aku adalah anak yang terkenal disekolah. guru-guru, teman-teman, kakak atau adik kelas setidaknya tahu namaku. mereka bilang aku supel, pelit, pintar, dan perhatian. namun kini akan aku jelaskan, aku yang katanya supel adalah anak yang minderan. aku gaptek, pengalamanku kurang, aku terkendala media bergaul. ya, aku gak tau merk roti terkenal, aku tak tau merk sepatu yang bagus, apalagi pakaian. yang aku gunakan hanyalah pakaian yang dibeli di pasar minggu...

Masalah Dewasa

Semakin dewasa, semakin banyak masalah yang datang menerpa. Mungkin, itulah hakikat hidup. Wajar, ketika berumur belasan tahun, aku sedikit takut untuk tumbuh dewasa. Mungkinkah, kedewasaan itu di ukur dari seberapa tangguh kita menghadapi masalah? dan ternyata,  aku....

ah, Ada Apa Dengan Hari Ini?

  Dari mulai bangun tidur, aku selalu tersenyum ada getar-getar kecil disini (nunjuk dada sendiri..) untuk sebuah perasaan aneh yang ada tiba-tiba ketika aku lagi tiduran baca novel, ketika aku mengintip sebentar ke layar notebook dan menemui sapaan hangatnya, sudah berapa hari tak bertemu? ketika aku tiba-tiba menjadi pikun, lantas bertanya-tanya pada kakak kosan, diingatkan tentang jemuran, juga agar-agar yang ku taruh dilantai. takut di kerubungi semut, katanya. juga ketika aku berteriak-teriak bosan, ya, karena belakangan aku gak punya aktivitas yang berarti. gak produktif rasanya, dan lebih parah karena ternyata aku menikmati serta membiarkan tubuh ini tak berbuat apa-apa. untuk sesuatu yang lebih bernilai mungkin..tapi aku tetap tersenyum. dalam rentang waktu yang tak jauh beda, ketika Hp ku berdering, salah seorang teman menelfon, menanyakan tentang nilai. aku takut, aku dihantui perasaan (firasat) buruk tentang nya, tapi percaya atau tidak, aku masih  me...