Langsung ke konten utama

kampusku hari ini: jurnal perkuliahan

afiiikaaa....
apaaa?
ada yang baru lhooo...
apaaaa?
....dst
yup, itu lah yang belakangan menjadi hits di kelasku..terkontaminasi oleh sebuah iklan *reo yang menampilkan anak kecil cantik dan menggemaskan. karena nama ku mirip dengna afika, jadilah aku sasaran seru-seruan teman-teman. sebenarnya, seneng sih..toh, gak ada ruginya..hehehe

oups, ini sebenarnya mau cerita apa sih??
jadi gini teman-teman, aku mau share aja tentang kehidupan kampusku disini, di 'kampusku hari ini'..
tema kali ini adalah, sistem perkuliahan baru, dalam arti kata baru aku temui di semester 4 AGH ini.
semester tiga sudah berlalu,hasilnya pun sudah keluar. meskipun rata-rata nilai kami meningkat dibanding semester 2, tapi nilai-nilai itu belum cukup memuaskan. selidik punya selidik, ternyata itu dikarenakan kebanyakan dari kami, menggunakan sistem kebut semalam (SKS) dan juga benar-benar menerapkan gelar SP, Sarjana Powerpoint.sewaktu kuliah di kelas pun, hanya sebagian kecil yang memperhatikan dosen secara penuh. terlebih karena jumlah kami yang 176 belum di tambah mahasiswa lain yang mengambil sc atau minor, tentu saja serangan setan ngantuk itu makin besar.

untuk mengatasi hal itu, departemenku membuat suatu sistem perkuliahan yang baru. cara kerjanya seperti ini. sebelum kuliah, kami disuruh membaca jurnal, atau referensi lain yang berhubungan dengan topik perkuliahan yang akan di ajarkan. lalu, kami disuruh menganalisis dan membuat ringkasannya. jika ada yang tidak dimengerti dari hasil analisis, kami harus membuatkan pertanyaannya di selembar kertas. hal ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada mahasiswa sebelum perkuliahan, juga untuk mengurangi gap frekwensi otak antara dosen dan mahasiswa. ketika kuliah berlangsung, mahasiswa harus mencatat dan kemudian membuat jurnal perkuliahan. tiga puluh menit atau lima belas menit sebelum perkuliahan berakhir, diadakan diskusi mengenai pertanyaan-pertanyaan yang tidak di mengerti, baik itu dari materi jurnal ataupun materi yang dijelaskan waktu kuliah. dengan begitu, frekwensi belajar mahasiswa lebih tinggi dan pemahaman materinya pun makin mantap.

sudah dua minggu perkuliahan semester 4 berjalan. berarti, udah ada satu kali pengumpulan jurnal di minggu ini. bagaimana hasilnya?
dari diriku sendiri, alhamdulillah aku makin rajin dan bersemangat kuliah. karena selama ini, yang menjadi masalah bagiku adalah kesulitan menentukan apa yang harus aku pelajari. selain itu, sistem ini mengajarkanku untuk disiplin mengerjakan jurnal, tidak menunda-nunda lagi. tapi sayangnya, tidak semua teman-teman begitu, masih ada  yang mengeluhkan banyaknya tugas, banyaknya jurnal, belum lagi laporan praktikum yang harus dikumpul juga setiap minggu nya. dihari pertama pengumpulan jurnal, ada teman yang lupa dan akhirnya memutuskan untuk menyontek, ada yang membuatnya di perkuliahan lain dsb.

yah, terlepas dari bagaimana seorang mahasiswa merespon peraturan yang diberikan, menurutku apa yang tengah diterapkan oleh dosen-dosen ku adalah sesuatu yang luar biasa. doakan, agar aku mampu istiqamah mematuhi aturan ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Salah dengan IPB? (versi tidak serius)

selasa siang, pukul 13.00 kuliah Ilmu Tanaman Pangan pun dimulai. bu Desta membuka laptopnya dan menjelaskan apa saja tanaman pangan di Indonesia. menarik? tentu saja, buktinya aku gak ngantuk atau mencoba untuk ngantuk. 15 menit. buku-buku mulai berayun konstan, menjadi kipas yang diharap memancarkan udara segar. ruangan yang lumayan besar ini memang penuh berisi orang. tentu saja, tiap-tiap mereka mengeluarkan panas tubuhnya. jadilah, suasana semakin panas. sebenarnya aku yang duduk nomor dua dari depan tidak terlalu merasa gerah, hanya saja, ketika bu Desta mulai angkat suara tentang kondisi ruangan, aku pun jadi ikut gelisah, merasa tak nyaman. 'tolong sebutkan dong, kekurangan apa yang kalian rasakan tentang IPB?' semula, teman-teman yang kurasa udah pada ketiduran spontan menjawab. ada yang bilang,'IPB jauh dari mana-mana bu', 'IPB bangunannya jelek', 'IPB itu kotor bu', 'di IPB susah dapat nilai bagus bu',' kuliah di IPB panas,...

Menjadi Emak Zaman Now

Beberapa waktu lalu, aku membaca status seorang teman. Dalam tulisannya, beliau menanyakan "Mengapa rasanya, menjadi ibu di zaman ini repot sekali, padahal orang tua beliau (dengan anak banyak) tidak pernah terlihat seriwet itu". Beberapa orang kemudian mengomentari status tersebut, mengemukakan beberapa alasan dan pendapat yang menarikku pada sebuah kesimpulan, "...karena zamannya berbeda". Di masa sekarang ini, di mana aku dan banyak perempuan lain bertumbuh, teknologi semakin memperkokoh perannya. Kran informasi dibuka lebar. Arusnya menggoyahkan kesadaran orang-orang untuk lebih tau. Pengetahuan senyatanya menjadi milik bersama. Hal itu lah yang menuntut ibu-ibu di zaman ini harus aktif dan belajar lebih, termasuk para perempuan luar biasa di Grup Shalihah Motherhood. Dalam percakapan seminggu ini, ada tiga topik yang menarik hatiku. Pertama, ketika Mba @seztifa membagikan info mengenai Berbagi Lokasi Melalui Maps. Hal ini mempermudah istri mengetahui lokasi ...

Jendela Kaca

Dari jendela kaca, bias embun menyapa pagi. Diantara petak-petak jendela kaca, mengintip sedikit sinar surya dalam helaian-helaian panjang. Pada terawang jendela kaca, aku nikmati senyummu disana, di ruang berbeda antara dua jendela kaca.