Kamis, 01 Desember 2011

aku gadis minang

subhanallah, kesabaranku benar-benar di uji kali ini..bagaimana tidak, janjian jam 13.00, tapi sampai jam 14.10 baru satu orang yang datang. hmmm, kesal, bosan n banyak perasaan negatif mulai berdatangan...aaahhh, mending nulis aja deh... tapi tentang apa ya????

oke,jadi ceritanya kali ini tu tentang sukuku...(ngerti gak maksudnya?)
iya, jadi tu, aku nih orang minang, Sumatera Barat..tapi tolong dibedakan antara orang minang dan orang padang ya.. orang minang itu belum tentu orang Sumatera Barat, dan orang Sumatera Barat juga belum tentu orang Minang...kenapa? karena untuk jadi orang minang, harus ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi. pertama dan utama adalah dia harus beragama Islam. ya, karena dasar budaya minang adalah Al-Quran seperti yang tertuang dalam pepatah, adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah...(adat bersendi agama, agama bersendi alquran)

banyak bangeet dari adat minang yang belum aku pahami sepenuhnya, mungkin lantaran minat generasi muda seperti ku udah mulai berkurang terhadap adat istiadat. mulai dari pencak silatnya(silek tuo), olahraganya(sipak rago), kebiasaannya(laki-laki lalok di mushalla), petatah petitihnya( pantun pasambahan) tariannya, nyanyiannya,tatakramanya, kekerabatannya,birokrasinya, makanannya dan masih banyak lagi...padahal, seharusnya aku sudah belajar memahami tentang budaya  luhur ini. pasalnya, dalam adat minang itu sendiri, perempuan mempunyai peranan besar, bahkan gadis minang pun benar benar di jaga dan dippelihara sebaik-baiknya agar tak cacat.

"bak padi siranik jintan
putiah kambang bak bijo limau
harum sataun palayaran

sauleh bareh di tanak, kanyang lah urang tigo luhak

kok paneh lingkuik-loingkuikkan
kok hujan kaka-kaka kan
sacotok pantang kok di ayam"
(artinya, tanya aja ama orang minang)

 

1 komentar:

  1. ranah minang. Saiyo sakato.salam sahabat dari jawa.

    BalasHapus