Langsung ke konten utama

Postingan

Jendela Kaca

Dari jendela kaca, bias embun menyapa pagi. Diantara petak-petak jendela kaca, mengintip sedikit sinar surya dalam helaian-helaian panjang. Pada terawang jendela kaca, aku nikmati senyummu disana, di ruang berbeda antara dua jendela kaca.

Pengulangan yang Sama, Cerita yang Berbeda

Kembang Kedewasaan 16 Mei lagi. 21 Tahun sudah berlalu. Entah akan sampai  pada pengulangan yang keberapa, semua berhenti. Apakah setiap tahunnya terdapat perbaikan? Untuk pengulangan yang sama, lihatlah catatan di tahun ini. Ada tangis yang ternyata sudah jarang mengisi. Kehidupan yang kian keras menempa, menuntutku sempurna dewasa. Amanah yang menyenangkan, bersama mereka mencipta cerita. Mencoba merealisasikan mimpi, meski belum satupun yang berganti nyata. Berusaha mendapatkan penghasilan sendiri. itu sungguh menyenangkan. Sahabat? masih dalam satu ikatan, meski jarang bertemu, jarang bertukar kabar. Cerita indah selalu hadir dari adik-adikku, yang sudah bisa baca, yang ikut olimpiade, yang aktif di kampus,   yang semakin berbakat di olahraganya,yang juara lomba. Yang membanggakan. Dan hingga hari ini, aku masih saja betah menghabiskan waktu menulis surat untukmu. Tulisan disini juga serasa makin abstrak. dan semakin  membing...

Target Nikah....

Salah satu serunya jadi orang gede itu katanya, udah bebas ngomongin 'pernikahan'.. Maksudnya, kalo kita mau bilang atau cerita-cerita tentang nikah, udah gak kerasa tabu lagi...Nah, virus ini  lah yang belakangan sangat sering aku dengar entah dari orang lain atau dari mulutku sendiri..Di facebook, di seminar-seminar, dipengajian, diobrolan orang dewasa (rentang umur 19-22 tahun) di lingkunganku, seriiing banget kata 'nikah' diucapkan. Entahlah, itu seperti kosa kata baru yang seru dimasukkan dalam kalimat seperti halnya kata lebay, enellan, ciiusan, dkk. Hmm, kenapa ya, kok bisa jadi topik hangat gitu?? Mmmm, apa mungkin karena diumur yang sekarang, lagi labil peralihan antara remaja dan dewasa? Bisa jadii saya dan beberapa teman saya terkena virus penasaran dengan kehidupannya orang dewasa, dan yang menjadii standar dewasa dalam pikiran masing-masing adalah 'pernikahan'. Hahahha, Bisa jadiiii, Bisa jadiii.. Ini seperti kejadian waktu anak-anak beranj...

.....

pada kekecewaan aku katakan, betapa kalian adalah keegoisan itu. kalian yang merusak semangat, menghilangkan harapan. hanya tentang keberadaan, bukan uang, bukan tenaga. hanya kerelaan melongokkan kepala. apa untungnya? karena bagi kalian hidup adalah hitung-hitungan. tentang kemirisan yang aku sampaikan. mereka juga punya hati dan rasa. untuk siapa? bukankah kasur dan tempat tidur membayang begitu menggoda? tugas kuliah, kewajiban nilai, melambai menghantui, minta disentuh, butuh perhatian? mereka adalah bagian dari kalian, yang hanya mau berkorban lebih, merelakan kantong-kantong kosong melompong, menyumbang tenaga berjuta tetes lelah, ditengah kesibukan, diantara rasa sakit. dan kalian? hah, pantas saja. bukan kah kalian ahli menanam? menanam keapatisan. menyingkirkan kebanggaan. tentu, kalian sibuk menggambar ini itu, orang-orang keren katanya. yang tiada punya waktu untuk yang beginian. tidak heranlah..kalian si anak manis manja, berpantang datang memberi dukungan.....

Jika Amanahmu adalah Cinta...

Sejenak menutup mata, merentangkan tangan, menarik nafas dalam, mengeluarkannya pelan. Membayangkanmu berada di padang rumput hijau, dihembus semilir angin, dalam melody alam yang mendayu merayu.  Begitu menyenangkan, menenangkan. Melihatmu dalam kerlip yang indah ditimpa hangat cahaya. Tersenyum malu, hingga dua bulan sabit melengkung sempurna diwajah itu.  Adalah kepastian, aku berada disini, menemanimu melewati waktu. Aku adalah kebahagiaan yang kau tunggu. Di tiap detik, pada hitungan menit, berbilang jam hari minggu dan tahun. Sempurna, karena kau kini memilikinya. Cinta. ## Surga, dengan segala keindahannya adalah balasan untukmu, aku juga dia, bila kita mau melakukan satu tugas. Amanah. yang menjelma dalam hentak nadimu, mengalir bersama darah menyeluruh diseluruh tubuh. Ia adalah udara, mengalir menyentuh rongga-rongga di dada, membuatmu merasa lega. Ya, kamu yang terpilih mengembannya. Pastikan, tiada ada kata keluh menyertaimu. Karena, selalu ada ...

Mengenang Kenangan....

  Berdiri di atas ketinggian. Mendongakkan pandangan jauh mengangkasa. Terpekur menatap puluhan kaki-kaki yang menapak pada kegetiran. Ritual sore ini, rintik-rintik hujan mengalirkan molodi di udara. menyapa atap, menyapa ranting, singgah sebentar di ujung daun. Semua sempurna, untuk satu kata. Rindu. yang teduh menyelimuti hati, Diam-diam bergelayut di pokok-pokok kenangan. tentang ayah, tentang ibu, adik-adik dan keluarga kecilku dulu. Dulu sekali, ketika langkahku masih ditatah satu satu. Ketika tumpukan bantal membantuku melihat ibu menjemur baju dari jendela kayu. Saat aku dan adikku berbodong-bongong menuju tepian danau, jogkok berdiri memandangi permukaan danau yang berasap. Enggan mandi. Dulu itu, aku tak pernah mengerti arti kata rindu. Ku biarkan adikku menangis, ibu berteriak-teriak mengomeli. Pulang-pulang dengan mata merah, tepat saat mentari mengucap salam berpisah, habis menyelam mencari ikan. Malas belajar, memilih nonton kartun ...

Perpisahan Embun dan Daun

Sepagi ini, telah ku dengar tangis rerumputan di halaman depan. Ini pasti tentang perpisahan. Lagi-lagi, sang Embun harus melambaikan tangan. Mengucapkan salam. Berlalu seiring waktu, mengantarkan mentari menghangatkan bumi. Sudah kukatakan. Begitulah yang terjadi, berkali-kali, disetiap pagi. Perpisahan Embun dan Daun, pada akhirnya akan berakhir sama. Ketika malam semakin matang, dingin menjalari tiap sudut udara, tetes-tetes air itu menjelma begitu manisnya, menghias ranting, menghias rumput, menghijau bersama daun.  Pertemuan yang singkat, akan segera berakhir, pada kekagumanku yang kesekiankalinya. Tapi tahukah? Meski berpisah adalah kepastian, tapi rumput, daun dan ranting memilih tak bergeming. Mereka terus setia mengeja doa, doa yanga sama dilantunkan setiap harinya. 'Bertemu embun di ujung daun'. Dan kristal pagi itu pun pergi. Maka aku, kembali menyaksikan, tangis pilu rumput di halaman.Ia ikhlas, hanya berharap hari cepat berlalu. Menghitung detik u...

Malam, Bulan dan Bintang...

Membiarkan malam bercengkrama bersama bulan, bersama bintang. Sungguh, aku tak cemburu. Aku tetap mampu menikmatinya dari sini. Dari sebuah jendela kecil, bersama sepucuk harap yang kau kirimkan kemarin petang. Aku sedikit mencuri dengar percakapan terlarang antara mereka. Betapa malam ingin terus merajai hari, agar kebersamaannya tak terpotong pagi. Dan bulan, ia rela menunggu malam kembali menghampar, meski kabut kelam hanya memberi sedikit celah untuk mengintip. Disuatu titik, jauh di angkasa terluar, lihatlah upaya bintang memberi sinyal, bahwa ia ada dengan kerlap kerlip terindah yang membersamai malam, menemani rembulan. Kebersamaan mereka sederhana. Mengudara diantara kegelapan. Menghadirkan cahaya temaram. Menyiratkan rasa yang begitu mendalam hingga menembus medium perantara. Mereka bahkan tak peduli itu semua. Untuk malam yang sama, ditemani bintang dan bulan dari sudut jendela yang sama. Aku, mungkin begitu. Selalu percaya, selalu merasa, bertahan menggenggam...

Merindukanmu..

Aku merindukanmu lagi, Sama seperti rindu-rindu yang lalu. Muncul hanya sekali waktu ketika kita benar-benar tak bertemu. Sudah berapa lama bertahan disana? Bertahan untuk tidak menyapa, dengan sebuah alasan yang ku punya. Untuk melupakanmu.. Dan semua adalah pengulangan yang sama. Untuk malam-malam yang berlalu dengan atau tanpa purnama. Rasa itu juga tak berubah adanya. Datang lalu menghilang. Kukatakan hari ini sangat ingin menghapus keberadaanmu disini, ditempat semua rasa menjadi maya. Esok, atau mungkin lusa, jari-jari ini bahkan sudah tak tahan untuk menuliskan namamu meski hanya menggunakan potongan kayu di hamparan pasir. Ah, rasa rindu itu. Selalu mampu membisukan suara. Membuatku terpaku pada tapak yang sama. Pada logika, Aku, tak kan mampu membiarkanmu berlalu.

Manisnya diuji Ujian

^^ awali dengan senyum dan bismillah.. ini hari pertama ujian tengah semester sista. udah gak berasa ujian sih.. hmm, klo dihitung-hitung udah berapa kali ikut ujian ya? SD = kelas 1 dan kelas 2, masih pake sistem caturwulan, jadi ada 6 kali ujian          kelas 3 sampai kelas 6 udah pake sistem semester, jadi ada 8 kali ujian madrasah = tiga tahun pake sistem semester, jadi ada 6 kali ujian SMP = Tiga tahun pake sistem semester, jadi ada 6 kali ujian SMA = tiga tahun pake sistem semester, jadi ada 6 kali ujian kuliah = satu semester ada dua ujian, sekarang semester 6, jadi udah 12 kali ujian, ditambah matrikulasi 2 kali ujian, dikurang 1 kali ujian karena UAS semester 6 belum terjadi. secara formal, saya sudah melewati 6+8+6+6+6+12+2-1= 45 kali musim ujian. waahhh, sering juga ya..pantesan, makin kesini perasaan 'sesuatu'nya itu udah gak lagi terasa. udah jadii kebiasaan aja. hmm, ada sisi negatifnya juga sih, persiapannya jadi ku...

Sepucuk Surat Malam Ini

Duluuuu, merasa senang yang meluap-luap mendapatkan kepercayaan itu..entah ikhlas atau terpaksa. senyam -senyum sendiri memikirkan berbagai hal indah yang akan terjadi. Mendapatkan Keluarga Baru... :) selanjutnya, merasa agak bosan dengan dinamika yang ada..menuntut perubahan jadwal, kebiasaan dan perasaan.. biasanya nongkrong di Batang Pohon, sekarang harus sering-sering mengunjungi Rumah Peradaban Kami (RPK).. yang dulunya hobi ngelamun di depan tipi, sekarang pulang aja malam banget..mana sempat? juga ini, tentang hati., yang dulu mudah mengucurkan air mata, kini belajar lebih tegar, lebih kuat dan lebih dewasa. tiba-tiba kangen dengan keluarga Edelweiss, udah serasa jauh, tidak terperhatikan dan kurang up date dengan keadaan teman-teman. lalu canggung untuk tertawa bersama.. hanya bisa nanya kabar atau nyapa di jalan.padahal, semua berawal dari kelas, amanah ini, juga berawal dari sini.. ada yang komen, 'ika jarang keliatan', 'ika sibuk banget ya?...

Keluarga kecil...

aku selalu percaya, dibalik hidupku yang sulit, Allah selalu menyiapkan orang-orang baik yang akan mengisi hidupku dengan cinta. entah dimana, dalam waktu seperti apa. dalam rupa-rupa tak sama. di alam mimpiku, terkadang aku merasa kehilangan keluarga mereka pergi, dalam wujud hati. mereka berlalu tanpa mampu berhenti. meninggalkan aku dengan sebuah beban, penyatuan atau pengikhlasan? dan Allah  selalu baik padaku. menghadirkan mereka yang lain, dalam cerita yang menyenangkan. BB (BPH Beraksi), dua orang Bapak, yang sangat ika hargai. bahagia rasanya melihat Ardy lebih terbuka, ada Mirza yang ternyata usil juga, mereka berdua, pasangan unik yang ika temui yang membuat ika merasa ada, yang entah bagaimana caranya, membuat ika ingin terus belajar mencoba.. fitri, akhirnyaaa.. mencair..merasa fitri lebih menikmati..ini bukan tentang siapa, tapi bagaimana caranya untuk menerima, iya kan mpit? bantu ika untuk belajar. belajar menggenggam tangan-tangan kita.. b...

Jauh~Dekat

satu bulan lebih, aku jarang sekali mengunjungi mereka. bertemu hanya di kelas saja. beberapa kali mungkin bertemu di jalan. atau, hanya berusaha fudul (peduli) lewat fb.. emosinya udah gak sama.. aktivitasnya juga banyak yang berbeda. dan rabhitah, berusaha ku lantunkan setiap hari. meski jauh, jarang bertemu, jarang bercanda, aku ingin rasanya tetap sama. hati- hati ini inginnya tetap terjaga dalam ikatan cinta karena-Nya. susah memang, memantau mereka dari jarak yang tidak bisa dikatakan dekat karena tak bisa lagi menangkap air mukanya, meski tak sanggup juga dikatakan jauh lantaran kaki ini masih bisa berjalan menghampiri. tapi ini tentang hati kawan, yang seringkali meminta kehadiran, menuntut perhatian. astagfirullah, maaf.. :( satu bulan yang menakjubkan. ketika satu-satu masuk dalam ingatan. tentang mengenal. mendekati. didekati. keluarga baru yang super. tapi tetap saja, merasa belum berbuat apa-apa.. dalam keluarga kecil, yang perjalanannya masih akan panja...

.............

oke, ini baru berjalan beberapa waktu, belum lama. tapi kok ya rasanya udah jenuh? jenuh karena gak tau harus berbuat apa. jenuh karena hingga hari ini gak bisa mengikuti pola pikir mereka. aku terlalu tidak ada apa-apanya. aku tidak bisa melakukan yang orang lain lakukan. tidak bisa menyelesaikan kerja-kerja yang mereka berikan. bahkan untuk menciptakan kenyamanan di hati orang-orang itu saja aku tak mampu. kau tahu? aku lelah harus berpura-pura ada, berpura-pura mengerti. padahal selalu, aku berjalan dan mereka berlari. sudah ku usahakan untuk mencatat semua tugas yang mereka berikan. hingga detail. tapi tetap saja aku salah, aku lupa. dan aku akan merasa sangat berdosa. merasa tidak berguna. tidak bisa apa-apa. hik..hik.. perasaan itu gak enak. perasaan itu menyiksa. pada akhirnya, satu kata yang muncul dibenakku adalah berlari. pergi. biar tak banyak yang terluka. biar mereka ada tanpa berharap padaku. aku tak ingin mengecewakan. sungguh. tapi aku juga tak ma...

Indahnya Mengenal...

dulu, tidak pernah terfikir oleh ku untuk mengetahui kehidupan orang lain. tidak ada keinginan untuk menyimpan apa-apa yang mereka ceritakan. tentang keluarga, sifat, perasaan atau kehidupannya. aku anggap, aku 'cukup tahu', tanpa harus antusias memperhatikan. saat itu, ku fikir, cerita hanya untuk disampaikan. setelah detik itu berlalu, semua akan dilupakan. tapi kini aku tahu, setealah diajari oleh mereka. tentang kekuatan mendengar, mengenal dan peduli. setiap kali mengikuti sebuah kepanitiaan yang cukup penting, satu hal yang ditekankan adalah 'perkenalan'. ketika untuk pertama kalinya aku bercerita tentang 'aku'.. cerita yang sebenarnya adalah jawaban dari pertanyaanku selama ini, yang kutemui saat itu, ketika aku pertama kali bercerita. seperti apa aku ini sebenarnya? pertama, tentang keluarga. tahukah apa yang aku dapatkan? gambaran kehidupan. pastinya.. bisa juga sifat kepribadian orang tersebut, latar belakang pendidikan, kehidupan ekon...

Penentuan: 4 Februari yang bersejarah

apa saya adalah orang yang paling santai? ketika teman-teman telah rieweuh dengan topik skripsi yang harus diperebutkan sejak 2 minggu yang lalu, aku baru memikirkannya 2 hari yang lalu..huhuhuh sebenarnya aku binngung, memproritaskan yang mana, dosen baik, komoditas disukai atau proyek dosen. jarang sekali ketiga faktor itu berjalan beriringan. kalaupun ada, pasti jadi rebutan. akhirnya, aku putuskan untuk memilih tiga option 1. dosen: ibu faiza     komoditas: benih kemangi 2. dosen: ibu ani     komiditas: minyak atsiri 3. dosen: pak memen     komoditas: benih kemiri sunan hahah, ternyata saya tidak mengambil pemuliaan, dan artinya, saya tidak jadi breeder. entahlah, itu pilihan yang saya tetapkan beberapa jam sebelum pemilihan. 4 Februari pukul 00.01..PENENTUAN. saya sudah berusaha begadang, -hmm, biasanya juga tidur jam 1- tapi karena saya sakit kepala yang sangat, saya butuh kekuatan besar untuk tidak menutup mata-tidur-....

Tumpukan Kebingungan

astagfirullah.. hik..hik.. tiba-tiba menjadi cengeng gini.. astagfirullah.. kenapa belum bergerak? bahkan tidak ada antusiasme penyambutan.. bukankah ini menyangkut masa depan? fasttrack, apa sanggup? apa pantas? ingiiinn sangat melihat senyuman di wajah ibu.. nilai mencukupi, tapi tenaga? sifat moody? dana lagi, tidak pernah dianggarkan..apa masih sanggup melihat orang tua bekerja keras mencari uang? apa tidak kasihan melihat adik-adik, yang menunggu giliran memperoleh pendidikan yang lebih tinggi. bukan satu atau dua orang, tapi empat orang..sampai kapan mereka akan menunggu, penghasilan pertama ku?? topik skripsi, begitu banyak pertimbangan, terutama proyek dosen..biar biaya penelitiannya gak terlalu mahal. antara benih dan pemiliaan. tapi ini rebutan, belum tentu dapat. mungkinkah dapat dosen PS yang bijaksana dan pengertian? bisakah penelitiannya lebih cepat? minor, ah ya...ini salah satu cita-cita..harus diperjuangkan. hmm, meskipun konsekwensinya adalah, tetap ...

EUFORIA AGH 47...BIS 4...

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM... Fieldtrip AGH 47 tahun ini bertema EUFORIA..dipersiapkan sejak berbulan-bulan yang lalu.. ditengah kesibukan praktikum, laporan, kuliah dan organisasi. naik turun semangat sangat terasa dikepanitiaan ini. awalnya semua urusan dihandle oleh satu orang atau beberapa orang, tapi belakangan pembagian tugas semakin jelas meskipun dibeberapa posisi masih dikuasai oleh beberapa orang.  namun, bukan itu yang ingin aku bahas. tulisan ini akan bercerita tentang bis 4.. beberapa bulan yang lalu, teman-teman divisi acara membagikan form pemilihan teman dan pemilihan tipe bis. aku memilih sekelompok dengan wida, mama mita dan nabila. awalnya, kami memilih bis rame, tapi karena ada catatan dari mama mita yang gak ingin se bis sama teman-teman yang ngegeng, akhirnya secara sepihak aku tukar jadi bis sepi.  setelah melihat orang-orang di bis sepi atau biasa disebut bis 4, awalnya aku merasa ragu, takut akan sangat membosankan di bis itu. apalag...

7 Cowok Malaysia

ini tentang teman-teman baru yang menyinggahi kelas kami 1 semester ini.. teman-teman yang mengikuti pertukaran pelajar dari Malaysia.. ada tujuh orang, cowok semua. tapi aku gak kenal siapa-siapa mereka. paling cuma tau nama. mereka pun, gak tau siapa aku? buat apa? kan kalau bertemu dijalan, mereka biasa menyapa, 'assalamualaikum ukhty'..hahha #aku kaget waktu pertama kali disapa. sebenarnya, tak banyak sih yang bisa aku ceritakan. karena jarang komunikasi. tapi, selama ini, ada beberapa hal yang aku tangkap dari komentar mereka yang menurutku, itu jleb banget...hihihi 1. salah satu dari mereka ada yang berkomentar  yang intinya begini : cewek-cewek di Indonesia sudah banyak yang berjilbab. tapi interaksi mereka dengan lawan jenis, susah dibedakan dengan cewek tak berjilbab..hmmm maksudnya apa yaaa??  (pura-pura gak ngerti) 2. ada lagi yang bilang gini: makanan di Indonesia murah-murah dan enak, tapi sayangnya kurang bersih..(heu, ini kali ya yang bikin salah satu di...